Syair " Dari Dalam Tanah"



Dari Dalam Tanah


Semenjak ashar tersadar akan segera gelap, munculah mimpi dari dalam tanah. seperti cacing yang  berbumi tempurung, dia lihai di selokan. mengendap, mengembun, lalu menguap dari dalam tanah. cacing itupun bercerita tentang igau yang didongengkan manusia. senyumnya bahkan terlalu sempit untuk menyungging kerikil jalan. Dia malah tertawa, manusia lupa dengan kawan lamanya, tanah, untuk keluh dan lelah.

Sebenarnya penghuni tanah lebih fasih  mengeja alif-ba-ta dunia yang benar dengan hingar. Tapi raja sementara dunia lebih memilih meneriakkan hijaiyah yang salah.
Berharap firdaus
Mimpi kautsar
Memuja royyan yang serindang hujan
dan tuhan mengadilkan ruhnya pada bulan, tanah, warna dan manusia

Cacing tertawa lagi. mengerti, semenjak dunia mengulum ruhnya hanya mereka yang tidak sudi berkafan tanah. 



Angga Ryo Wiwaha, Purwokerto, 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini